iCnHAQF62br424F1oK8RwyEkyucx21kDoKaV2DdH

Faktor-faktor yang Memengaruhi Kebiasaan Membaca Anak


Keluarga dan sekolah harus ikut campur dalam tugas menanamkan kebiasaan membaca. Keduanya adalah lingkaran terdekat anak dan punya pengaruh langsung pada minat baca anak.

Keluarga memainkan peran paling dasar dalam literasi baca-tulis anak-anak. Bersama anak-anak, keluarga menghabiskan waktu membaca dan bersenang-senang. Ini akan berdampak positif dan signifikan terhadap prestasi akademik dan prestasi anak-anak mereka.

Keterlibatan keluarga dalam mempromosikan kebiasaan membaca adalah mengunjungi perpustakaan dan bermain game. Cara ini akan menggiring anak-anak belajar hal-hal baru.

Contoh lain adalah membacakan dongeng sebelum tidur, turut membaca bersama dan menyediakan bahan bacaan untuk anak-anak mereka.

Persoalannya, tingkat pendidikan dan status sosial keluarga turut memengaruhi promosi membaca ini.
Anak-anak dari keluarga dengan status pendidikan dan ekonomi tinggi memiliki keterampilan membaca yang lebih tinggi.

Sebaliknya, anak dari keluarga berpendidikan rendah dan ekonomi lemah biasanya memiliki tingkat literasi dan keterampilan membaca yang lebih rendah. Tak hanya itu, prestasi akademik anak-anak dari kalangan ini juga biasanya lebih rendah.

Ini terjadi karena anak dengan latarbelakang pendidikan rendah memiliki akses yang terbatas pada buku serta minimnya dukungan orang tua dalam membiasakan anak untuk membaca. Kalangan ini identik dengan pengangguran, perpecahan keluarga, dan keragaman yang selanjutnya memengaruhi kehadiran dan prestasi mereka di sekolah.

Fakta ini menciptakan ketidaksetaraan di antara anak-anak dari keluarga kaya dan berpendidikan tinggi dibanding anak-anak dari keluarga miskin dan berpendidikan rendah.

Keluarga dari status sosial yang lebih baik memiliki kebiasaan membaca ditengah keluarga hingga kemampuan literasi dan kekayaan kosakata anak-anak itu juga jauh lebih baik dibanding anak-anak dari keluarga miskin dan berpendidikan rendah.

Di titik ini, baik keluarga maupun guru harus mampu mengembangkan kebiasaan membaca anak-anak. Keduanya harus berkolaborasi, karena mereka adalah satu-satunya agen pendidikan yang bertanggung jawab atas tugas ini.

Posting Komentar

Saat menuliskan komentar, tetaplah menggunakan bahasa yang baik, sopan dan sebisa mungkin sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik. Please jangan mencantumkan link / tautan ya. Terimakasih.