iCnHAQF62br424F1oK8RwyEkyucx21kDoKaV2DdH

Mendidik Gen-Z Dalam Memaksimalkan Dunia Digital


Mendidik Gen-Z untuk memahami dunia digital sangat penting mengingat mereka tumbuh di era teknologi yang berkembang pesat. Ada beberapa cara praktis yang dapat membantu guru dalam mendidik Gen-Z di sekolah, mulai dari cara memahami dunia digital, mengajarkan keamanan siber, kesehatan mental, literasi media, komunikasi terbuka, mendorong kemandirian, hingga pentingnya teladan guru atau orangtua bagai mereka.

Apa dan Siapa Gen-Z?
Generasi Z, atau yang sering disebut Gen-Z atau Zoomers, adalah kelompok demografis yang lahir antara tahun 1997-2012. Generasi ini telah tumbuh dalam lingkungan yang sangat berbeda dari generasi sebelumnya, terutama karena perkembangan pesat teknologi digital dan internet.

Karakteristik Gen-Z
Gen-Z memiliki karakter berikut: Pertama, Gen-Z adalah generasi pertama yang benar-benar tumbuh dengan teknologi digital (Digital Natives). Mereka tidak hanya menggunakan teknologi, tetapi juga telah mengintegrasi-kannya ke dalam kehidupan sehari-hari mereka. Mereka sangat terampil dalam menggunakan berbagai perangkat digital seperti smartphone, tablet, dan komputer, serta berbagai platform media sosial.

Kedua, media sosial adalah bagian penting dari kehidupan Gen-Z. Gen-Z lekat dengan kehidupan sosial dan media sosial. Platform seperti Instagram, TikTok, Snapchat, dan YouTube sangat populer di kalangan mereka. Media sosial tidak hanya digunakan untuk komunikasi, tetapi juga sebagai alat untuk membangun identitas diri dan mengekspresi-kan kreativitas.

Ketiga, di bidang pendidikan, Gen-Z cende-rung lebih menyukai pendekatan belajar (pendidi-kan dan pembelajaran) yang interaktif dan berbasis teknologi. Mereka lebih terbuka terhadap pembela-jaran online dan aplikasi edukatif yang memung-kinkan mereka belajar dengan cara yang lebih fleksibel. Mereka juga lebih suka pembelajaran yang praktis dan relevan dengan kehidupan nyata.

Keempat, Gen-Z dikenal sebagai multitasker yang hebat (multitasking). Mereka seringkali mengguna-kan beberapa perangkat sekaligus untuk berbagai aktivitas seperti belajar, bermain game, dan berkomunikasi (konsumsi konten). Mereka juga cenderung lebih memilih konten video pendek dan langsung dibandingkan format panjang, dan lebih suka menonton konten melalui streaming daripada media tradisional seperti televisi.

Kelima, Gen-Z memiliki kepedulian sosial dan lingkungan. Mereka cenderung lebih sadar dan peduli terhadap isu-isu sosial dan lingkungan. Mereka sering mendukung gerakan sosial seperti perubahan iklim, kesetaraan gender, dan keadilan sosial. Kesadaran ini seringkali dipicu dan didorong oleh informasi yang mereka dapatkan melalui media sosial.

Keenam, Gen-Z lebih terbuka untuk membahas kesehatan mental dibandingkan generasi sebelumnya. Mereka mencari sumber daya dan dukungan untuk mengatasi stres, kecemasan, dan masalah kesehatan mental lainnya. Mereka juga lebih cenderung untuk mencari bantuan profesional atau menggunakan aplikasi yang mendukung kesehatan mental.

Ketujuh, Gen-Z menunjukkan minat besar dalam karier yang fleksibel dan kewirausahaan (karier dan kewirausahaan). Mereka tertarik pada pekerjaan yang memungkinkan mereka untuk menggunakan kreativitas dan inovasi. Banyak dari mereka yang bercita-cita menjadi entrepreneur atau freelancer yang dapat bekerja dengan jadwal yang mereka atur sendiri.

Kedelapan, Gen-Z sangat menghargai kebera-gaman dan inklusivitas. Mereka cenderung mene-rima dan mendukung berbagai identitas dan latar belakang budaya. Hal ini tercermin dalam cara mereka berinteraksi di media sosial dan dalam komunitas mereka.

Terakhir, Gen-Z memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap peru-bahan teknologi dan lingkungan. Kecepatan ini memungkinkan mereka untuk terus maju dalam dunia yang terus berubah. Mereka juga cenderung lebih inovatif dalam memecahkan masalah dan mencari solusi baru.

Demikianlah kesembilan karakteristik dan kebiasaan Gen-Z. Dengahan mengetahui karakter mereka, maka para pendidikan dan orangtua dapat lebih baik mendidik, berinteraksi, dan memanfaatkan potensi mereka secara maksimal dalam berbagai aspek kehidupan. 

#TuntutanPraktisPendidikanGenerasiZ

PenaSinergi

Posting Komentar

Saat menuliskan komentar, tetaplah menggunakan bahasa yang baik, sopan dan sebisa mungkin sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik. Please jangan mencantumkan link / tautan ya. Terimakasih.