Membaca surat elektronik yang dikirim via WhatsApp, saya merasa sedih bercampur bahagia. Sedih karena ada kesan bahwa pendiri tempat peziarahan Anna Maria Velangkannai ini seperti "terusir" dari "rumah" yang didirikannya sendiri. Kendati saya bisa paham alasan beliau, "Tidak apa-apa. Saya juga merasa gembira bisa kembali ke negara asalku," kata James..
Dalam suratnya Pater James Bharataputra SJ menegaskan,
"Saya hendak mengunakan kesempatan ini untuk membuat Pengakuan dosa di depan umum, untuk memohon belas kasihan dan pengampunan Tuhan dan pemaafan serta doa dari anda sekalian. Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa dan kepada Saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian, saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para Malaikat dan Orang Kudus, dan kepada Saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah Tuhan kita. Amin."
Tak lupa James masih sempat berbagi berkatnya, "Semoga Tuhan memberkati kita. ADIOS AMIGOS.
Sebagaimana kita tahu, RP James Bharataputra SJ adalah pendiri dan mantan Rektor Graha Maria Annai Velangkanni, Medan, Indonesia.
lusius-sinurat
Posting Komentar