Illustrasi: BimTek Pendidikan Dasar Kemenag Provinsi Sumut dan Nangroe Aceh (Koleksi Pribadi) |
Dalam konteks keluarga, seorang ayah/ibu di rumah tangga secara otomatis merupakan pendidik bagi anak-anaknya. Demikian juga dalam konteks hidup ber-negara, seluruh pejabat/pegawai di pemerintahan adalah pendidik bagi setiap penduduk yang (di)percayakan kepada mereka.
Konsekuensinya, apabila seorang pendidik, baik guru/dosen, ayah-ibu, maupun para pejabat pemerintah sudah semestinya lebih terdidik dari seluruh penduduk yang percaya kepada mereka. Atau, dalam konteks bernegara, seluruh aparat pemerintah seharusnya memang harus tampil lebih terdidik dalam pola pikir, pola tutur dan pola laku-nya dibanding penduduk yang dididiknya.
Bila sebaliknya yang terjadi, di mana seorang anak justru lebih terdidik dibanding orangtuanya, atau seorang siswa/mahasiswa lebih terdidik dibanding guru/doesennya, pun ketika mayoritas penduduk justru lebih terdidik dibanding para pejabat yang mereka percayakan untuk mendidik mereka, maka sekolah, rumah tangga dan pemerintahan tak lebih dari sebuah "pertanyaan".