Penasinergi - Dua hari ini (18-19 Mei 2016) suasana area Universitas Negeri Medan tampak berbeda dari biasanya. Para mahasiswa-mahasiswi S1 dan S2 yang mewarnai kampus Unimed yang sedang menggelar acara wisuda bagi lulusannya. Acara wisuda sendiri dipusatkan di Gedung Serba Guna Unimed.
Sudah menjadi suatu kebiasaan, apabila pergelaran wisuda dilaksanakan maka lingkungan kampus akan dipenuhi oleh kendaraan pribadi dari para anggota keluarga mahasiswa dan para undangan. Maka jangan heran bila sepanjang perhelatan rutin ini selalu mengakibatkan kemacetan di lingkungan Unimed. Seperti halnya pagi tadi, kondisi jalan raya menuju pintu masuk gerbang 4 bak lautan kendaraan.
Kemacetan ini ternyata tak mengurangi kegembiraan mahasiswa/i yang diwisuda. Beberapa mahasiswa sempat ditemui PENA SINERGI mengungkapkan kegembiraan mereka setelah menuntaskan masa pendidikan yang mereka lalui pengorbanan, baik waktu, tenaga, pikiran dan lain materi hingga mereka meraih gelar Sarjana/Pascasarjana.
Seorang wisudawan S2 Psikologi Pendidikan, Paskalis menuturkan, "Aku sangat senang hari ini. Atas kegembiraan hari ini aku sampaikan terimakasih yang tulus kepada keluarga, komunitas tempatku bernaung, saudara-saudariku, dan para sahabatku yang setia mendukung dan mendoakan aku hingga studiku berjalan lancar dan waktu studi tidak melewati target. Doakan aku agar sukses dalam pekerjaanku ya."
Seorang mahasiswi yang tak mau dicatut namanya mengurai kegembiraannya sembari membayangkan apa yang akan ia setelah lulu S1 Sarjana Pendidikan, "Terimakasih untuk proficiatnya. Aku merasa senang hari ini. Tetapi serentak aku sedang memikirkan nasibku setelah wisuda ini. Ya, ini tentang seorang sarjana yang harus mempertanggung jawabkan gelar yang kuraih, baik kepada Unimed dan terutama kepada keluarga dan masyarakat.
Mereka berdua benar. Setelah lulus dan berkarya ditengah masyarakat mereka akan membuktikan apakah mereka layak atau tidak layak memikul gelar sarjana mereka. Bagi mahasiswa yang cerdas dan memiliki nilai kompetitif wisuda ini hanyalah gerbang kebahagiaan kecil karena kebahagiaan yang lebih besar telah menanti mereka di tempat kerjanya. Namun bagi mahasiswa yang biasa-biasa saja dan kurang beruntung, acara wisuda ini bisa saja awal kesedihan mereka.
Acara wisuda sendiri berjalan lancar dan tak ada kendala berarti. Kegembiraan para wisudwan-wisudawati bahkan dirasakan juga oleh para mahasiswa dan masyarakat sekitar yang memanfaatkan momentum ini sebagai ladang untuk mengais rezeki.
Di sekeliling GSG, tempat pelaksanaan wisuda PENA SINERGI menemui banyak mahasiswa dan masyarakat yang menjajakan dagangannya, mulai dari bunga, boneka wisuda, makanan, minuman, penyedia jasa papan bunga serta penyedia jasa photografi. Tak hanya mahasiswa unimed, mahasiswa dari universitas lain pun turut memanfaatkanmomentum ini.
Menurut penuturan bapak D. Harahap, seorang pedagang bunga, acara wisuda ini sedikit banyak telah menambah penghasilannya. Tak hanya kali ini saja, pak Harahap ini ternyata sudah hampir 18 tahun berdagang bunga setiap acara wisuda di Unimed.
"Tahun ini tidak begitu ramai seperti tahun-tahun yang sebelumnya. Agak sepi ya," kata Harahap yang ditemani anaknya saat PENA SINERGI mendatangi lapaknya. Pak D. Harahap tak sendirian, sebab ada banyak pedagang lain yang menjajakan pernak-pernik wisuda lainnya.
Wisuda memang tak hanya mengurai kegembiraan para mahasiswa-mahasiswa yang baru mendapatkan gelar sarjana muda atau master, tetapi juga menjadi berkat bagi masyarakat di sekitar Unimed. [Wulan Sari Pangestu/Lusius)
Posting Komentar