Kegiatan di waktu luang itu antara lain mempelajari cara berhitung, membaca huruf dan mengenal moral (budi pekerti) dan estetika (seni). Di sekolah anak-anak itu didampingi oleh ahli yang mengerti tentang psikologi anak, tepatnya para guru yang memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya kepada anak untuk menciptakan sendiri dunianya melalui berbagai mata pelajaran.
Selanjutnya pengertian "sekolah" semakin berkembang. Sekolah tak hanya sebagai waktu senggang, tetapi juga bangunan atau lembaga belajar-mengajar. Maka sekolah tak lain adalah sistem sosial yang harus ditumbuhkembangkan melalui proses “self-renewal capacity” (kemampuan memperbaharui diri) untuk merespon tuntutan stakeholders atas mutu pendidikan serta perubahan lingkungan yang terus-menerus terjadi.
Demi tujuan itulah dibutuhkan manajemen sekolah. Keseluruhan proses kerjasama antara SDM dengan material yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan sekolah ditetapkan secara efektif dan efisien.
Guru sebagai manajer turut merencanakan, mengorganisir, mengarahkan dan mengendalikan proses kegiatan untuk mencapai tujuan sekolah sebagai organisasi dengan cara menggunakan sumberdaya yang ada.
Di titik inilah seorang guru harus memiliki:
Di titik inilah seorang guru harus memiliki:
- INTERPERSONAL ROLE yang bercirikan figure head (yang dituakan), leader (kepimpinanan) dan laison (penghubung);
- INFORMATION ROLE yang mencakup kemampuan me-monitor (mencari informasi), disseminator (menyampaikan informasi), dan spokesman (juru bicara).
Pena Sinergi
Posting Komentar